Perundingan Damai dengan Pemberontak Komunis Resmi Ditolak Duterte

Anda pasti tidak asing lagi dengan Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte yang memang sejak dirinya memimpin FIlipan pada 30 Juni 2016 banayak membuat perubahan drastis dalam tata Hukumnya.

Mantan walikota Davao ini sendiri lebih di kenal Dunia dengan dirinya yang tidak ragu untuk menghabis para pelaku Kriminal dan juga pengedar Narkoba tanpa memandang Bulu.

Dan selain itu, beberapa waktu lalu Duterte juga memutuskan untuk membatalkan perundingan damai dengan kelompok pemberontak. Dimana sebelumnya rencana perundingan itu akan dilakukan pada Februari 2017 ini.

Hal ini sendiri dilakukannya bukan karena tidak ada alasan, Tetapi alasan yang cukup kuat untuk ditolaknya adalah tuntutan dari para pemberontak terlalu banyak. Sehingga dirinya pun memutuskan untuk menarik pulang para negosiator pilihannya dari Norwegia.

Sementara itu , Pemerintah Filipina dengan Pasukan Warga Baru (NPA) sepakat untuk berdamai setelah sebelunya mereka sepakat untuk melakukan gencatan senjata dalam enam bulan terakhir.

Dan selain itu , Para pemimpin NPA yang bebas bersyarat sebagai bagian dari perundingan damai yang lalu saat ini harus segera kembali ke tahanan. Setelah sebelumnya Kedua pihak tersebut sempat berunding di Italia pekan lalu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. .

Tetapi perundingan itu akhirnya bisa batal setelah para pemberontak meminta pembebasan 400 orang tawanan lagi. Dan terlalu banyaknya persyaratan dari pada para pemberontak itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s