DaduPoker – Agen Judi Poker Domino Online Terpercaya di Indonesia

AHOK MEMPERSIAPKAN PEMBELAAN TERHADAP TUNTUTAN HUKUMAN JAKSA

2017_04_20_25441_1492659286._large.jpg

Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama sedang mempersiapkan pernyataan pembelaannya untuk sebuah persidangan pada tanggal 25 April, ketika pengadilan memutuskan untuk mendengarkan tanggapan gubernur atas tuntutan hukuman jaksa atas percobaan dua tahun untuk menghina umat Islam.

I Wayan Sudirta, pengacaranya, mengatakan pada hari Jumat, bahwa gubernur akan membacakan pembelaannya di hadapan panel lima hakim yang dipimpin oleh Dwiarso Budi Santiarto.

“Dia akan memberitahu pengadilan tentang apa yang telah dia alami dan bagaimana perasaannya,” kata Wayan di Menteng, Jakarta Pusat.

Wayan menambahkan bahwa tim hukum Ahok sedang bersiap untuk menolak tuduhan bahwa Ahok telah menghina sekelompok orang yang percaya pada interpretasi Surah Al Maidah 51, sebuah ayat Alquran yang telah ditafsirkan melarang Muslim untuk memilih pemimpin Kristen atau Yahudi.

Wayan mengatakan bahwa dalam pembelaannya, tim hukum akan menekankan kegagalan jaksa untuk memberikan penjelasan konkret tentang orang-orang yang telah dihina Ahok.

Oleh karena itu, mereka tidak dapat membuktikan bahwa Ahok telah melanggar Pasal 156 KUHP atas penghinaan atau kebencian terhadap, atau menyinggung, kelompok tertentu, yang telah didakwa gubernur, katanya. Awalnya, Ahok diproses secara hukum atas tuduhan bahwa ucapannya melanggar Pasal 156 atau Pasal 156a KUHP. Jaksa memutuskan untuk mencabut tuduhan mereka bahwa Ahok melanggar Pasal 156a.

Dalam pembelaan, para pengacara juga akan bersikeras bahwa jaksa sebagian besar telah menghadirkan saksi audisi, yang baru saja mendengar pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September tahun lalu dari sebuah video viral yang merupakan kutipan dari pidato tersebut, dan para ahli yang tidak Netral dalam kasus ini

Pengacara kemudian akan mencoba meyakinkan hakim bahwa Ahok tidak bertanggung jawab atas kegemparan akibat skandal tersebut.

Jaksa mengatakan dalam sebuah persidangan pada hari Kamis bahwa seseorang bernama Buni Yani, yang sekarang menjadi tersangka dalam kasus yang suka membenci, telah menyebabkan kegemparan tersebut dengan menulis transkrip palsu untuk videonya tentang pidato Ahok selama kunjungan kerjanya ke Kepulauan Seribu.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bahwa jaksa harus terus mendesak kasus mereka terhadap Ahok, kata Wayan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s